“Berkhianat?” Hebron menautkan kedua alisnya. “Tentu saja, aku sedang berkhianat. Kalau tidak, aku tidak mungkin ada di sini, Nona.”Netra Isolde membulat seketika. “Kau—”“Ayo, berdiri dulu!” usul Hebron yang sudah mengulurkan tangan ke arah Isolde. “Setelah itu kita bisa bicara, Nona.” Isolde mengabaikan tangan Hebron dan berdiri dengan caranya sendiri. Ia juga segera menjaga jarak dengan sang ksatria yang sepertinya sudah tidak bisa dipercaya lagi. “Nona—”“Panggil aku Duchess Devereux!” sentak Isolde mulai mengarahkan revolvernya ke arah Hebron. “Aku bukan lagi Nona Bianca-mu!”Spontan Hebron mengangkat dua tangannya, tetapi ia malah terkekeh. “Oke, oke, Duchess.”Kemudian, Hebron mulai menjelaskan posisinya. “Setelah kaisar tertarik dengan kemampuanku, dia langsung menunjukku sebagai pengawal pribadi. Jadi, aku ada di sini karena memang mengikuti majikanku, Duchess.”Dahi Isolde berkerut. “Maksudmu, kau tidak sedang berkhianat padaku? Jadi, kaisar benar-benar orang yang menyuru
Last Updated : 2026-04-05 Read more