“Ha?! Pemakan kutukan?! Apa kau sudah gila?!” pekik Carla sambil menggelengkan kepalanya. Namun, Isolde mengernyit. Tidak mengerti kenapa ide briliannya itu malah disebut gila. “Kenapa?” tanya Isolde dengan tatapan heran. “Kalau kita bisa menyedot kabut malam itu, mungkin bisa mengurangi polusi, Carla.”Carla menepuk dahinya, frustasi. “Bayangkan, Sol! Kalau orang lihat kau menyedot kabut yang dianggap kutukan itu, mereka akan berpikir bahwa kau penyihir hitam. Mereka pikir kau berhubungan dengan wabah itu.”Isolde makin tidak mengerti dengan cara berpikir Carla. “Itu pemikiran yang tidak masuk akal! Apa dengan membersihkan debu, kita jadi disebut temannya debu? Kurasa tidak, kan, Carl?”“Sayangnya, debu berbeda dengan kutukan, Sol,” ujar Carla mulai memaparkan kemungkinan yang akan terjadi. “Kalau mereka lihat kau menyedot debu-debu itu, apalagi dengan alat yang asing seperti gambarmu, sudah pasti mereka salah mengira. Mereka pikir kau mengumpulkan kutukan-kutukan itu.”Mendengar
Last Updated : 2026-03-27 Read more