“Ini belum seberapa, aku memberimu kesempatan terakhir untuk berpikir karena setelah ini aku tidak bisa mundur lagi. Jika kamu belum siap, kamu bisa menjauh dari jangkauanku sekarang.” Eric bersikap bijaksana meski tubuhnya berontak ingin segera menyatukan miliknya ke dalam milik Natasya. Bukannya menjauh, tangan Natasya malah turun dan mengusap dada telanjang Eric lalu bergerak menarik pelindung terakhir pria itu. “Aku ingin menjadi wanita dewasa, bukan gadis polos diumurku yang semakin tua,” gumam Natasya. Seringai tak terbaca, menghiasi bibir Eric. “Kalau begitu, sambutlah aku,” ucapnya lalu dengan cepat menendang celananya dan membuka kaki Natasya dengan lututnya. Tahu jika ini adalah yang pertama untuk Natasya, dia dengan perlahan menyatukan miliknya, menurunkan pinggulnya dan menekannya. “Shiitt…!” umpat Eric merasa kesulitan untuk menembus milik Natasya, sekaligus merasakan denyutan nikmat yang luar biasa hingga hampir tak bisa mengendalikan diri. Semakin dirinya mema
Last Updated : 2026-04-23 Read more