تسجيل الدخولMenjadi anak yang disepelekan di tengah keluarga yang berhasil, membuat Delano Rodriguez merasa tertekan. Apa pun yang dia lakukan selalu dianggap angin lalu. Dia sudah bekerja keras siang dan malam, tapi orang-orang masih menganggap keberhasilan yang diraih karena Papanya.
Puncak dari rasa frustasinya adalah saat dia memenangkan tender Amazon. Dia mengerahkan segala energi dan pikiran, bekerja keras tanpa henti. Jika memenangkan tender Amazon, dia pikir bisa digunakan sebagai batu lDelano mengitari ranjangnya dan menatap wajah Natasya yang telah tertidur. Wajah wanita itu lebih tirus dengan kantong mata yang menggelap. Air mata yang telah mengering, menghiasai wajah tersebut. Natasya pasti tertidur setelah lelah menangis.Setelah mengusap pipi Natasya, Delano kembali ke tempatnya dan berbaring di samping Natasya. Menatap punggung wanita itu yang memerah karena perbuatannya. Jarinya mengusap lembut punggung tersebut seolah hal itu bisa mengurangi rasa sakit yang Natasya rasakan, lalu menelusuri luka yang memanjang dan memerah di permukaan kulit Natasya.“Maafkan aku,” ucap Delano menyesali perbuatannya. Tentu saja Natasya tidak mendengar permintaan maaf Delano karena dia telah terlelap dalam tidurnya.Perlahan Delano melepas jubah tidurnya, membuatnya sama-sama telanjang bersama dengan Natasya. Tangannya terulur dan menarik Natasya ke dalam pelukannya, membalikkan tubuh wanita itu agar menghadap dirinya.Dia menarik
Natasya menutup mata sejenak dan melihat wajah sedih papanya. Tidak mungkin dia membiarkan kesehatan papanya terganggu karena masalah perusahaan.Biarlah kali ini dia menjadi wanita jalang, yang terpenting papanya sehat dan perusahaan Torres aman di tangannya. Toh... bersama Ryan, dia tidak mempunyai masa depan yang pasti untuk kebahagiaanya. Sehancur-hancurnya dirinya, paling tidak dirinya masih berguna untuk membuat papanya bahagia di dunia ini.Delano berdiri menatap gemerlap lampu kota dari apartemennya. Malam ini dia sengaja tidak tidur karena dia yakin ada seseorang yang sedang tidak bisa tidur juga malam ini. Saat suara ponsel berbunyi, senyum di bibirnya terkembang, dia sudah bisa menebak siapa yang menelepon.Dengan santai dia berjalan ke arah meja, dimana ponselnya berada di atasnya. Senyumannya semakin lebar saat tebakannya tidak meleset, nama Natasya ada di layar ponselnya. Delano menekan tombol hijau di ponselnya dan langsung terdengar suara N
“Bawa putrimu ke mobil sekarang juga. Aku harus bicara dengan pria ini,” seru Theodor sambil menatap tajam mata Evans. Evans pun membalas tatapan itu dengan berani.“Celsea, ikut Mama!” ajak Revina.“Tidak Ma, aku ingin di sini bersama Evans,” Celsea memilih untuk berdiri di belakang Evans.Mendengar bantahan putrinya, Theodor mendekati Celsea dan menarik tangan putrinya. “Jangan Pa, aku ingin di sini bersama Evans.”“Apa kamu sadar, siapa dia? Bahkan umur kalian sangat jauh berbeda. Pulang sekarang juga!” tarik Theodor sambil memaksa putrinya untuk pulang.Tidak ingin Theodor menyakiti Celsea, Evans memegang dan menahan tangan Theodor. “Jika Celsea tidak mau pulang bersama Anda, jangan paksa dia!”Ucapan Evans membuat kemarahan Theodor memuncak, dengan keras dia memukul wajah Evans hingga pria itu tersungkur di lantai.“PAPAAA ...!” teriak Celsea.Baru saja Celsea in
“Maafkan aku, aku tidak tahu jika ini masih panas.” “Bagaimana rasanya? Apakah enak?” tanya Evans sambil menatap bibir Celsea yang masih mengunyah makanannya. “He’em,” Celsea mengangguk-anggukkan kepalanya. “Jauh lebih enak dari masakanku,” lanjutnya yang sedikit malu dengan masakan sop yang dia buat seadanya. “Karena kamu membuatnya dengan cinta, jadinya aku menghabiskannya.” “Jangan bahas itu lagi!” larang Celsea yang merasa malu setiap kali Evans membahasnya. Kuah kental masakannya membuat bibir Celsea belepotan, ingin sekali rasanya membersihkan makanan yang menempel di bibir Celsea. Tiba-tiba saja Evans menundukkan kepala dan menyapukan lidahnya di bibir Celsea, membersihkan makanan yang belepotan di bibir wanita itu. Tubuh Celsea membeku dengan perlakuan lembut tersebut. Dia langsung menutup bibirnya dengan tangan saat Evans menjauhkan kepalanya. “Ternyata l
Tubuh Natasya langsung terkulai lemas mendengar hal tersebut. Meski Hilton telah membayar denda mereka, uang itu tidak cukup untuk menutup hutangnya pada Alpha Corp dibanding dengan nilai investasi yang telah mereka sepakati.“Anda tidak bisa melakukan ini pada saya, Tuan Hilton. Saya sudah berharap terlalu banyak pada Anda,” ucap Natasya dengan nada kekecewaan yang dalam.“Saya benar-benar minta maaf Nona Torres, tapi inilah dunia kita, dunia bisnis. Saya akan melakukan apa pun yang terbaik untuk perusahaan saya, saya yakin Anda juga akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan Anda. Saya sudah membayar kewajiban saya, jadi menurut saya tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan.” Hilton mengatakan realita yang terjadi dalam dunia bisnis.“Saya tidak sedang bicara tentang untung rugi, tapi tentang kepercayaan. Saya telah percaya pada Anda tapi Anda dengan begitu mudah mematahkannya.”“Saya tahu Anda kecewa dengan keputusan saya, tapi bisni
“Mintalah bantuan Ryan, dia pasti akan dengan senang hati membantumu, sehingga kamu tidak perlu bekerja terlalu keras seperti ini.”Natasya hanya bisa berkata dalam hati jika Ryan tidaklah sebaik yang papanya pikirkan, tapi lagi-lagi dia tidak bisa berkata jujur karena takut kesehatan papanya akan bertambah buruk.“Ya, aku akan coba meminta bantuan pada Ryan,” ucap Natasya yang tidak mau berdebat dengan Papanya. “Apakah kesehatan Papa yang menjadi alasan menyuruhku untuk menikah dengan Ryan?” lanjut Natasya bertanya pada Papanya.“Papa tidak mau kamu sendiri jika Papa tidak bisa bertahan. Hanya keluarga Lee yang Papa percaya untuk menjagamu,” jawab Torres.“Papa akan bertahan dan kita akan selalu bersama jika Papa bersedia untuk operasi.”“Jangan membicarakan tentang operasi itu lagi, Papa sudah putuskan untuk tidak melakukannya. Persentase keberhasilannya sangat kecil, Papa tidak akan mengambil resiko tersebut yang nantinya membuat Papa







