Aruna berdiri di samping Max, dengan tangannya tertaut kaku pada lengan pria itu. Di sekeliling mereka, lingkaran para pengusaha paling berpengaruh di negeri ini berkumpul, memegang gelas kristal berisi cairan amber yang mahal.“Luar biasa, Max. Aku tidak pernah menyangka benteng pertahananmu akan runtuh secepat ini,” ucap Tuan Bramantyo, seorang taipan properti, sambil tertawa lebar. “Ternyata benar kata orang, pria sekeras apa pun akan bertekuk lutut di depan wanita yang tepat.”Max menyunggingkan senyum tipis, sebuah ekspresi yang tampak sangat meyakinkan bagi siapa pun yang melihatnya. “Kadang-kadang, pilihan terbaik justru datang saat kita tidak mencarinya, Tuan Bram.”“Nona Aruna, Anda benar-benar memiliki daya pikat yang hebat,” timpal investor lain, seorang pria paruh baya yang menatap Aruna dengan tatapan menilai. “Max biasanya hanya bicara soal angka dan ekspansi. Tapi malam ini, dia terlihat seperti pria yang akhirnya menemukan alasan untuk pulang.”Aruna memaksakan sebuah
Dernière mise à jour : 2026-03-01 Read More