Suasana yang sunyi di dalam restoran itu. Reynard, dengan segala ide jailnya, sengaja membuat dirinya terlihat sangat ceroboh untuk pria sekelasnya karena menyenggol gelas kristal berisi red wine.Cairan merah pekat itu tumpah dan menyambar taplak meja putih sebelum akhirnya membasahi sebagian besar scarf sutra yang melilit leher Aruna.“Oh, sial. Maafkan aku, Aruna,” ucap Reynard dengan nada yang terdengar tulus, meski matanya berkilat penuh maksud. “Aku benar-benar tidak sengaja.”Aruna tersentak dan segera meraih serbet untuk menahan rembesan anggur yang mulai terasa dingin di kulit lehernya. Matanya spontan melirik Max. Pria itu tidak bergerak, hanya menatap noda merah di leher Aruna dengan rahang yang mengeras.“Pergilah ke toilet, bersihkan itu,” perintah Max. Suaranya rendah, nyaris seperti geraman. “Atau kau ingin aku memanggil pelayan untuk membelikanmu baju baru sekarang juga?”“Tidak, Max. Aku bisa membersihkannya sendiri,” sahut Aruna cepat. Ia berdiri, merasa beruntung bi
Última actualización : 2026-02-19 Leer más