Pagi itu, atmosfer di lantai 50 terasa berbeda. Suara tawa yang keras dan aroma cerutu mahal yang samar mulai menyeruak di lorong-lorong kaku Kendrick Corp.Aruna, dengan mata yang sedikit sembap karena hanya tidur tiga jam, berusaha tetap tegap saat menyusun materi presentasi untuk rapat dewan direksi.Pintu lift terbuka, dan seorang pria dengan setelan jas abu-abu terang tanpa dasi melangkah keluar dengan gaya yang sangat santai, hampir provokatif.Reynard “Rey” Mackenzie, sang Direktur yang baru saja kembali dari ekspedisi bisnisnya di Eropa, berjalan melewati meja Aruna.Dia berhenti sejenak, melepas kacamata hitamnya, dan menatap Aruna dari ujung kaki hingga ujung kepala.“Wah, wah. Max benar-benar menyembunyikan mawar kecil yang sangat cantik di sini selama aku pergi,” gumam Rey dengan seringai nakal yang tidak disembunyikan.Aruna segera berdiri dan membungkuk hormat. “Selamat pagi, Tuan Reynard. Selamat datang kembali. Saya Aruna, sekretaris pribadi Tuan Max.”“Terima kasih, M
最終更新日 : 2026-02-01 続きを読む