“Sudah mendingan kan? Panas badanmu sepertinya sudah mulai turun,” tanya mas Hendra lembut sembari merapikan anak rambut yang menempel di dahi Ayu.Mas Hendra terlihat begitu perhatian, jauh berbeda dengan bentakan yang ia lontarkan pada istrinya beberapa jam lalu.“Belum, Mas, masih sedikit pusing. Maunya diusap-usap,” balas Ayu manja. Ia membenamkan wajahnya di dada bidang mas Hendra sembari menghirup aroma maskulin yang selalu membuatnya candu. Tangan Ayu mulai menjalar nakal, mengusap dada mas Hendra dengan pola absurd hingga perlahan tangannya berhenti tepat di antara paha mas Hendra.Mas Hendra tersentak kecil, ia mencoba menahan tangan wanita itu. “Ayu, kamu masih sakit, jangan macam-macam. Aku tidak mau sakitmu semakin parah karena kelelahan,” ucap mas Hendra memperingatkan, meski suaranya mulai terdengar berat karena terpancing sentuhan Ayu. Bukannya diam, Ayu justru semakin berani. Jemarinya mengusap sesuatu di balik celana yang dikenakan mas Hendra, memberikan pijatan-pij
Read more