"Gavin..." Tapi sebelum dia sempat menyerah dan mengatakan apa-apa, dia mendengar panggilan Arya dari belakangnya. Dan dengan tepukan ringan di pundak kanannya, kebingungan, keraguan dan rasa gelisah di hatinya seketika menghilang begitu saja. Apalagi saat ia menoleh dan menyaksikan senyum hangat Arya. "Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja." Ditambah dengan kata-kata Arya ini, semua kekhawatiran Gavin seketika menghilang, dan akhirnya ia bisa tersenyum lepas. Kembali menoleh ke arah Brenda, Laura dan semua orang yang ada di sana, pandangan Gavin tertuju pada Handrij, ayah Laura, dan orang yang selama ini sangat baik selain ayahnya sendiri, Basuki. Dua pria tua itu, keduanya hanya mengangguk ringan, sama sekali tidak masalah dengan apa yang Gavin pilih. Karena bagaimanapun, Basuki, ayah Gavin dan satu-satunya orang tua yang masih hidup sudah mengenal sosok Arya sejak lama. Dia juga tahu orang macam apa itu Arya. Sejak awal, dia juga sangat mempercayai setiap keputusan pu
Terakhir Diperbarui : 2026-09-11 Baca selengkapnya