Home / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Dalang di balik layar

Share

Dalang di balik layar

Author: Mr. Mystery
last update publish date: 2026-09-14 04:32:46

"Oh...?"

Dibalik telepon, seorang wanita cantik dan dewasa, berusia awal tiga puluhan mengangguk mengerti dan mengatakan, "Seperti yang aku duga, dia memang tidak biasa."

Wanita berambut merah panjang, tampak dewasa, cantik, dingin dan sedikit angkuh itu bukanlah orang lain, melainkan Serena Coldway. Pewaris utama keluarga Coldway yang baru datang ke kota Surabaya kemarin malam.

"Berita yang Thalya bawa sepertinya memang tidak salah, target kita memang seorang Grandmaster. Jadi kita tidak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Dalang di balik layar

    "Oh...?" Dibalik telepon, seorang wanita cantik dan dewasa, berusia awal tiga puluhan mengangguk mengerti dan mengatakan, "Seperti yang aku duga, dia memang tidak biasa." Wanita berambut merah panjang, tampak dewasa, cantik, dingin dan sedikit angkuh itu bukanlah orang lain, melainkan Serena Coldway. Pewaris utama keluarga Coldway yang baru datang ke kota Surabaya kemarin malam. "Berita yang Thalya bawa sepertinya memang tidak salah, target kita memang seorang Grandmaster. Jadi kita tidak bisa melakukannya seperti yang sebelum-sebelumnya. Kita lakukan saja seperti rencana di awal." Duduk di kursi, Serena tampak tenang dan kalem saat berbicara. "Untuk keamanan, sebaiknya kau juga segera pergi dari tempat itu sekarang." Setelah mengatakan ini, Serena langsung menutup panggilan itu dan menegakkan punggungnya. "Arya..." Dengan senyum tipis yang tampak anggun dan menggoda, tapi juga terlihat dingin, ia bergumam, "Aku benar-benar mulai tertarik denganmu." Kembali ke tempat k

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Serangan pembunuh

    "Hm?" Arya menatapnya dengan tatapan tanpa ekspresi saat mendengar penolak itu. Tapi Thalya tidak takut dan dengan tegas mengatakan, "Aku menolak. Aku bukan seorang detektif ataupun polisi. Jadi bagaimana mungkin aku bisa mengetahui apapun yang terjadi dengan Laura? Jika kau ingin mengetahui setiap informasi darinya, kenapa kau tidak menyewa seorang detektif saja?" "Karena kau sadar tidak bisa melakukan semuanya, kenapa kau tidak mencari detektif atau orang lain untuk melakukan pekerjaan itu?" "Tentu saja aku tidak mau! Aku bukan pelayananmu, aku hanya---" "Satu kesalahan telah kau lakukan. Kau masih memiliki dua kesempatan untuk tetap bisa mempertahankan pekerjaanmu." "Ah... kau..." Thalya langsung marah saat mendengar peringatan itu, tapi Arya sama sekali tidak memperdulikannya dan lebih memilih untuk masuk kedalam mobil bersama dengan putrinya. "Hei, tunggu! Aku tidak bisa melakukannya! Aku tidak memiliki--" "Tinggal satu kesempatan terakhir!" Arya kembali berkata

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Terlalu tak tahu diri

    "Ini...ini....?" Ketika semua orang yang ada di sana mendengar kata-kata dan tindakan Gavin yang penuh amarah, wajah mereka tiba-tiba berkedut hebat. Tak perlu dijelaskan lebih jauh lagi, mereka juga mulai memandang Laura disana dengan tatapan marah, jijik dan penuh penghinaan! Sekalipun ia dipukuli dengan kejam oleh Gavin, tidak ada seorangpun yang bersimpati kepadanya. Bahkan Handrij, ayah Laura sendiri benar-benar sangat marah sampai seluruh tubuhnya bergetar hebat. Jika ia bisa berdiri dan berjalan, mungkin ia akan bergabung dengan Gavin untuk menghajar putrinya saat ini. Ini benar-benar sangat memalukan! Karena siapapun itu, asalkan mereka bisa berpikir dan tidak bodoh, mereka akan langsung mengetahui, bahwa sebenarnya Laura ini sedang hamil selama sebulan, dan anak itu bukanlah anak Gavin, yang saat ini menjadi tunangannya. Melainkan orang lain yang memiliki nama panggilan "Daddy". Penyebutan "Daddy" disini juga sudah menjelaskan orang macam apa Laura ini sebenarnya.

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Kebenaran yang mencengangkan

    "Gavin..." Tapi sebelum dia sempat menyerah dan mengatakan apa-apa, dia mendengar panggilan Arya dari belakangnya. Dan dengan tepukan ringan di pundak kanannya, kebingungan, keraguan dan rasa gelisah di hatinya seketika menghilang begitu saja. Apalagi saat ia menoleh dan menyaksikan senyum hangat Arya. "Tidak apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja." Ditambah dengan kata-kata Arya ini, semua kekhawatiran Gavin seketika menghilang, dan akhirnya ia bisa tersenyum lepas. Kembali menoleh ke arah Brenda, Laura dan semua orang yang ada di sana, pandangan Gavin tertuju pada Handrij, ayah Laura, dan orang yang selama ini sangat baik selain ayahnya sendiri, Basuki. Dua pria tua itu, keduanya hanya mengangguk ringan, sama sekali tidak masalah dengan apa yang Gavin pilih. Karena bagaimanapun, Basuki, ayah Gavin dan satu-satunya orang tua yang masih hidup sudah mengenal sosok Arya sejak lama. Dia juga tahu orang macam apa itu Arya. Sejak awal, dia juga sangat mempercayai setiap keputusan pu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Seorang sahabat

    Bukan orang lain, orang yang berbicara adalah Adrian Reynald, orang dibalik perusahaan A.R Trading, dan bos serta orang yang dikagumi oleh Gavin itu sendiri. Adrian juga bukan orang asing bagi Arya, karena pria ini adalah orang yang sebelumnya akan dijodohkan dengan Evelyn oleh ibunya. Sebelum akhirnya kencan buta itu gagal karena kehadiran Arya. Sebagai atasan Gavin, kemunculannya disini juga bukan hal yang mengejutkan, apalagi keponakannya, Calvin Harris juga datang ke acara pertunangan ini. "Bos Drian?" Ketika Gavin dan beberapa orang melihatnya, dia juga segera menjadi pusat perhatian. Karena sosok dan identitasnya sebagai pebisnis muda memang sangat terkenal di kota Surabaya ini. Dengan anggukan kepala ringan dan tersenyum ramah, Adrian berjalan ke arah Arya dan melihatnya dari atas ke bawah sebelum berkata, "Setelah beberapa waktu tidak bertemu, aku tidak menyangka bahwa kau akan muncul disini. Lebih mengejutkannya lagi, kemunculanmu juga mulai mengganggu acara orang l

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Melewati batas

    “Coba katakan sekali lagi! Siapa yang kau sebut anak haram?” Di tengah suasana yang mencekam itu, suara dingin dan tanpa emosi Arya seketika membuat Brenda hampir kehilangan kesadaran. Bahkan matanya mulai berputar ke belakang. Menatap wanita paruh baya yang terjatuh dan tak berdaya di tanah, Arya hampir kehilangan ketenangannya setelah mendengar putrinya disebut “anak haram pembawa sial.” Sebagai manusia biasa, beraninya dia mengatakan putri Kaisar Abadi sebagai pembawa sial? Bahkan menyebutnya anak haram? Siapa yang memberinya keberanian untuk mengatakan semua itu? “Apakah kau tidak mendengar apa yang aku katakan?” Melihat Brenda masih tidak menjawab, Arya kembali berkata dengan dingin. Seketika, tekanan di sekitarnya mulai meningkat. “Bom!” “Retak!” Dimulai dari tempat Arya berdiri sebagai pusatnya, tanah di sekitarnya mulai retak. Tekanan mengerikan seperti tsunami menyebar ke segala arah, membuat air kolam bergejolak dan memecahkan setiap kaca pada jendela bangunan satu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status