Compartir

Laura

Autor: Mr. Mystery
last update Fecha de publicación: 2026-09-08 02:04:08

Di saat yang sama.

Clara yang sedang berbicara dengan Thalya di taman tiba-tiba berhenti dan bertanya saat tidak melihat sosok Kiara, "Ngomong-ngomong, saudari Lya, kemana Kiara pergi?"

"Dia..." Thalya yang mendengar pertanyaan itu menoleh ke belakangnya, dan terkejut saat tidak menemukan sosok Kiara.

"Bukankah gadis kecil itu tadi ada sini?" Dengan ekspresi terkejut dan sedikit bingung, Thalya mencoba untuk melihat sekelilingnya mencari keberadaan Kiara. Tapi dia tidak bisa menemukannya
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Laura

    Di saat yang sama. Clara yang sedang berbicara dengan Thalya di taman tiba-tiba berhenti dan bertanya saat tidak melihat sosok Kiara, "Ngomong-ngomong, saudari Lya, kemana Kiara pergi?" "Dia..." Thalya yang mendengar pertanyaan itu menoleh ke belakangnya, dan terkejut saat tidak menemukan sosok Kiara. "Bukankah gadis kecil itu tadi ada sini?" Dengan ekspresi terkejut dan sedikit bingung, Thalya mencoba untuk melihat sekelilingnya mencari keberadaan Kiara. Tapi dia tidak bisa menemukannya sama sekali, bahkan siluetnya di seluruh taman. "Mati aku!" Dengan ekspresi gugup, Thalya segera meninggalkan Clara dan buru-buru berlari mencarinya di seluruh taman. Clara yang melihatnya juga merasa terkejut dan mulai bergabung untuk mencarinya. Namun, taman gedung itu cukup luas, dan selama beberapa waktu mencari, mereka berdua sama sekali tidak bisa menemukan keberadaannya. Dengan ekspresi yang kini berganti kepanikan, Thalya yang mengetahui resiko jika gadis kecil itu menghilang mulai

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Temuan Kiara

    Di dalam gedung. Gavin yang kini berjalan bersama Arya tampak merasa malu dan bersalah atas kejadian sebelumnya. Sayangnya dia juga tak berdaya, dan hanya bisa berkata, "Arya, aku benar-benar minta maaf atas apa yang terjadi sebelumnya." "Tidak apa-apa!" Kata Arya ringan dan tampak tidak peduli sama sekali. Tapi Gavin tahu, bahwa meskipun Arya tidak menunjukkan kekecewaannya, ia bisa mengetahui bahwa apa yang terjadi sebelumnya memang membuat temannya itu kecewa. Dengan perasaan malu dan bersalah, Gavin mencoba untuk menjelaskan lagi, "Sejujurnya, aku sama sekali tidak melarang siapapun membawa binatang peliharaan masuk, jika itu adalah keadaan khusus. Tapi aku masih tidak menyangka bahwa ibu mertuaku akan bertindak sampai sejauh itu. Jadi--" "Lupakan saja!" Melihat pria itu masih merasa bersalah, Arya segera menghentikannya dan tersenyum ringan. "Tidak apa-apa, aku mengerti apa yang kau maksud, ini juga bukan salahmu. Lupakan saja, ini adalah hari penting bagimu." Seju

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Masalah terus berdatangan

    Gavin, yang berjalan agak jauh dari para wanita juga melirik Thalya dan Clara selama beberapa saat sebelum secara tak sadar menggoda Arya di sampingnya. "Clara Anastasia... Aku tidak menyangka bahwa gadis itu masih sama seperti dulu. Dilihat dari cara dia memandangmu, akankah ini seperti yang aku pikirkan. Kisah lama yang akhirnya akan bersemi kembali?" "Kisah lama yang bersemi kembali?" Arya terdiam dan meliriknya dengan jijik sebelum membalas, "Apakah kau ingin aku membantumu menjahit mulutmu." "Haha..." Gavin tertawa kering dan dengan nada main-main terus berkata, "Ayolah, jangan sok jual mahal begitu. Kau tahu... Sebelum jamur kuning melengkung, semua hal bisa saja terjadi. Mengingat ibu dari gadis kecil itu belum ditemukan, siapa yang tahu apa yang terjadi di masa depan? Tidakkah kau ingin memberikan seorang ibu pada putrimu?" "Ara sudah memiliki seorang ibu." Bukan Arya yang menjawab, melainkan gadis kecil itu yang tiba-tiba berkata, dan menatap Gavin dengan tidak sena

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Harapan yang kembali menyala

    "Calvin Harris!" Clara yang sejak awal tampak pasif tiba-tiba berteriak marah pada Calvin, "Bukankah aku sudah mengatakan jika kita tidak lagi cocok? Apa maksudmu dengan mengatakan pria yang beristri---" "Tidak mungkin!" Diana yang mendengar penjelasan Calvin tiba-tiba berkata dengan terkejut dan mengganggu perkataan Clara. Dengan ekspresi terkejut dan ketidakpercayaan di wajahnya, ia juga buru-buru bertanya kepada Clara, "Apakah kau memutuskan untuk berpisah dengan Calvin? Apa yang terjadi disini? Bukankah aku sudah menjelaskan bahwa Calvin adalah pria yang tepat untukmu, tapi apa yang kau lakukan? Kau menyia-nyiakan orang baik, kaya dan mapan sepertinya setelah bertemu kembali dengan Arya." "Bisakah kau membayangkan itu! Dia sudah memiliki istri dan anak! Sebelum semuanya terlambat, segera meminta maaf kepada Calvin. Jangan sampai kau menyesali semuanya nanti." "Ana... Kau...?" Mendengar itu semua, Clara tiba-tiba terdiam dan menatap sahabatnya itu untuk Waka yang lama

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Perasaan yang belum pudar

    "Jangan pura-pura bodoh! Apakah kau tidak sadar bahwa kemunculanmu sekarang membuat Clara sedih?" Diana kembali berkata dengan marah saat melihat ekspresi polos Arya. "Aku? Apa yang sebenarnya aku lakukan?" Bukannya mengerti, Arya malah menjadi lebih bingung dengan kemarahan yang Diana tunjukkan. Apa maksudnya kemunculan dia disini membuat Clara sedih? Arya tidak bisa menahan diri untuk tidak menoleh ke arah Clara yang kini tampak murung dan menundukkan kepalanya, entah karena sedih atau malu dengan beberapa kerutan di keningnya. "Sialan!" Melihat Arya masih tidak mengetahui kesalahannya, Diana mulai berteriak lebih keras, "Apakah kau benar-benar tidak tahu bahwa Clara masih menyukaimu dan berharap bisa bersamamu! Tapi apa yang kau lakukan? Kau sudah menolaknya sejak awal, dan bahkan menghilang tanpa kabar selama lima tahun! Sama sekali tidak pernah memberikan penjelasan atau kabar, dan tiba-tiba muncul

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Masa lalu yang belum beres

    Thalya benar-benar tidak menyangka bahwa dalam pikiran terliarnya, semuanya akan berkembang sampai seabsurd ini! Bukan hanya gagal dalam misinya untuk mendapatkan barang-barang milik Arya, tapi juga benar-benar gagal sampai-sampai dirinya akan dibeli oleh pihak lain! Kejadian semacam ini, Thalya bahkan tidak pernah sekalipun berani memimpikannya di masa lalu. Akan tetapi, apa yang bisa ia lakukan? Dengan respon yang Arya tunjukkan pada tulang naga itu, dapat dipastikan bahwa tujuan utamanya sudah benar-benar gagal. Dan kegagalan ini pasti akan sangat mempengaruhi kedudukannya dalam keluarga. Di tambah dengan tindakan Arya yang menjadikan dirinya sebagai perantara keluarga Wijaya, semuanya menjadi benar-benar kacau. Tiga masalah ini, meskipun Thalya cerdas dan memiliki beberapa cara serta koneksi di berbagai negara, dapatkah ia lolos begitu saja? "Aku... Aku.... Benar-benar--"

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status