Saat malam berakhir pagi kembali dengan cahaya baru. Di dapur Bayu baru saja selesai sarapan bersama tiga orang rekannya. Sri, Pak Jo, dan Arif. Mereka kembali memulai pekerjaan masing-masing Arif si tukang kebun langsung mengecek beberapa tanaman yang baru ditanamnya di halaman, Pak Jo segera memeriksa mesin dan mengelap body mobil, sedangkan Bayu bersiap dengan baju rapi lalu mendatangi kamar Stevia. Tok, tok, tok! “Bayu!” panggil Stevia setelah mendengar suara ketukan pintu. Ketika pintu terbuka lagi-lagi pemandangan menguji nyali tersingkap di hadapan Bayu. Stevia dengan tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun yang menempel kini berbalik ke arahnya. “Tolong pakaikan bajuku,” pintanya dengan suara manja. Awalnya Bayu merasa kalau Stevia itu sengaja berbuat begitu terhadapnya. Namun, saat matanya melihat ke arah tangan ternyata ada luka di sana sudah dibalut perban. “Nona, kapan tangan Anda terluka?” Stevia mengangkat tangannya sejajar dengan bahu. “Ah, ini. Kemarin mala
Last Updated : 2026-03-11 Read more