Pagi itu, aroma mentega berkualitas tinggi dan vanila organik memenuhi penjuru dapur mansion.Elea datang bukan dengan tangan kosong; ia membawa kotak-kotak bahan impor, mulai dari cokelat Belgia hingga tepung gandum khusus dari Prancis, seolah ingin membuktikan bahwa niatnya kali ini benar-benar serius.Di meja marmer, loyang mufin baru saja dikeluarkan dari oven. Uap panas mengepul, menampakkan permukaan kue yang merekah sempurna, berwarna cokelat keemasan dengan taburan kacang kenari yang mengkilap.“Cassandra, lihat! Mereka tidak bantat!” teriak Elea dengan suara melengking penuh kemenangan. “Mereka benar-benar mengembang!”Cassandra tersenyum lebar, mendekat untuk menghirup aroma panggangan yang menggoda selera. “Wah, ini mufin tercantik yang pernah kulihat di dapur ini, Elea. Teksturnya pas sekali.”Ethan, yang sedari tadi duduk di kursi bar sambil memantau tablet kerjanya, bangkit berdiri. Ia berjalan mendekat, menyipitkan mata menatap deretan kue itu dengan raut skeptis yang p
Read more