Waktu sudah menunjuk angka tujuh pagi dan Cassandra terbangun lebih awal, namun dia merasakan panas yang tidak wajar merambat dari tubuh pria di sampingnya.Dengan gerakan pelan, dia mengulurkan tangan, lalu menyentuh kening Ethan yang basah oleh keringat dingin.“Astaga, Ethan,” desis Cassandra karena kulit pria itu terasa membara.Ethan bergerak gelisah dalam tidurnya. Napasnya pendek-pendek dan berat.Bibirnya yang biasanya tegas kini tampak pucat dan pecah-pecah. Dalam ketidaksadarannya, Ethan mulai bergumam. Suaranya serak, nyaris menyerupai bisikan yang tersiksa.“Cassandra ... jangan pergi ... tetap di sini,” racau Ethan sementara matanya masih terpejam erat, namun kelopak matanya bergetar hebat.Cassandra segera beranjak, mengambil baskom berisi air hangat dan handuk kecil dari kamar mandi.Dia lalu duduk di tepi ranjang dan memeras handuk itu lalu meletakkannya dengan hati-hati di kening Ethan.“Aku di sini, Ethan. Aku tidak ke mana-mana,” ucap Cassandra lembut sambil mengusa
Last Updated : 2026-03-17 Read more