Ciuman itu singkat, tapi cukup untuk membekas.Aku menarik napas, mencoba kembali tenang. “Kita… jangan terlalu jauh,” ucapku pelan, menahan diri. “Kita juga nggak punya status apa-apa.”"Maafkan, aku Nara... aku..."Dia tersenyum kecil, pipinya merona. “Itu… cuma ucapan terima kasih.”"Jangan ngegas kali, Mas Bayu... Aman kok, kan uda minum pil tadi...""Kamu suka dicium kan?" lanjutnya dengan senyum yang menawan walau wajahnya masih terlihat pucat.Aku mendengus ringan. “Lumayan.”"Aku pulang dulu, ya? Besok aku menjenggukmu lagi.""Makasih, Mas Bayu."Aku berbalik, lalu melangkah keluar dari kamar itu sebelum suasana berubah lagi.Begitu sampai di luar, aku hampir bertabrakan dengan nenek yang baru masuk sambil membawa kantong belanja.“Eh, sudah mau pulang, Nduk?” tanyanya.“Iya, Nek,” jawabku.Nenek ters
閱讀更多