Tanpa banyak bicara lagi, aku langsung berjalan ke kamar mandi. Air dingin kembali menyentuh tubuhku, kali ini benar-benar terasa menyegarkan setelah malam panjang yang melelahkan.Seusai mandi dan berganti pakaian, aku langsung menuju ruang makan. Aroma makanan sudah tercium, dan benar saja, semua sudah duduk rapi di sana.Kak Lora di ujung meja dengan sikapnya yang selalu tegas, Kak Diana di sampingnya, dan Kak Julia yang sekilas melirik ke arahku saat aku datang.Aku menarik kursi dan duduk.Belum sempat aku benar-benar mulai makan, suara Kak Lora sudah terdengar.“Semalam kamu tidak pulang lagi?” tanyanya dingin, langsung ke inti.Aku menghela napas pelan. “Iya, Kak.”Sebelum aku menjelaskan lebih jauh, Kak Julia sudah lebih dulu angkat bicara.“Semalam Bayu bantu tetangga sebelah,” katanya tenang, lalu mulai menceritakan semuanya, tentang Nara, tentang dua preman itu, sampai bagaimana si
Read more