Di koridor yang sunyi, dekapan Killian perlahan mengendur, namun ia tidak benar-benar menjauh. Sepasang tangan besarnya yang hangat kini turun. Menangkup kedua tangan Seraphina yang terasa sedingin es akibat atmosfer penjara bawah tanah.Pria itu menatap lekat sepasang manik mata ungu istrinya. Menyalurkan kehangatan yang seketika mencairkan sisa-sisa ketegangan. "Kau sudah melewatkan malam yang terlalu panjang, Sera," bisik Killian, suaranya rendah dan serak, bergema lembut di lorong yang sepi. "Mari kembali ke kamar. Biarkan bajingan di bawah sana membusuk dengan pikirannya, sementara kau harus mengistirahatkan tubuhmu." Seraphina hanya mengangguk lirih. Rasa lelah yang teramat sangat tiba-tiba menyergapnya begitu emosinya terlepas sepenuhnya di depan Valerius. Killian tidak melepaskan genggamannya; ia menuntun Seraphina berjalan menyusuri koridor kastil yang megah.Hingga mereka tiba di depan pintu kayu ek berukir kepala serigala—kamar utama Grand Duke dan Grand Duchess. Beg
閱讀更多