Lima tahun telah berlalu sejak malam penobatan yang menyapu bersih bayang-bayang kelam rezim tiran dari bumi Valeranthia. Reruntuhan masa lalu kini telah lama terkubur. Digantikan oleh kemakmuran dan kedamaian yang terbentang luas dari dataran rendah Luxandria hingga perbatasan es abadi di utara. Di halaman belakang Istana Astrum-Glace, rumput hijau terhampar luas bagai permadani zamrud. Dihiasi oleh ribuan bunga musim semi yang mekar menyambut hangatnya matahari pagi. Udara dipenuhi oleh gelak tawa riang dan suara derap kaki kecil yang berlarian ke sana kemari. Seorang anak laki-laki berusia empat tahun dengan helaian rambut hitam legam dan manik mata biru es yang tajam—persis seperti replika sang ayah saat kecil—tengah berlari kencang sambil membawa sebatang pedang mainan dari kayu. "Tangkap aku jika bisa, Kakak!" seru bocah itu kegirangan, tertawa renyah saat melintasi hamparan bunga. Di belakangnya, seorang anak perempuan berusia lima tahun dengan rambut perak keunguan yang
Read more