"Aku hanya memastikan kita tidak mati dua kali untuk alasan yang sama, Kak," sahut Seraphina tegas. "Jadi, bagaimana? Apakah kau siap menjadi Count Astrea yang baru?" Noah terdiam, membiarkan pertanyaan Seraphina menggantung di udara ringkih ruang makan. Namun, sebelum sang putra sulung sempat mengutarakan keputusannya, ketegangan berat yang mengikat ketiga bersaudara itu mendadak mencair. Langkah kaki yang mantap terdengar mendekat, disusul suara pintu ek luar yang terbuka perlahan. Killian melangkah masuk kembali ke dalam ruangan, memecah atmosfer intimidatif yang sempat mengurung mereka. Jubah bulu cerpelai miliknya tampak sedikit basah oleh sisa serpihan salju yang mulai mencair, namun ekspresi wajahnya sehangat senyum tipis yang ia sunggingkan saat melihat Seraphina. "Tawanan kita adalah tikus yang berisik," ujar Killian tanpa basa-basi, langsung mengalihkan atensi semua orang di sana. "Pangeran Valerius terus berteriak di sel bawah tanah, mengancam akan meratakan Eisenhard
Read more