Suara pintu besi sel bawah tanah yang dibanting tertutup bergemerincing nyaring. Disusul oleh jeritan melengking yang mendadak terputus seketika. Tidak ada lagi suara ratapan di lorong lembap itu. Yang tersisa hanyalah kesunyian mutlak.Seolah parasit yang mencoba mencemari fajar baru Kekaisaran Valeranthia telah dibersihkan tanpa meninggalkan jejak sedikit pun. Seraphina melangkah keluar dari koridor bawah tanah dengan kepala tegak. Gaun malam ungu gelapnya bergesekan pelan dengan lantai batu, dan aroma darah serta debu sel tahanan perlahan menguap.Digantikan oleh keharuman mawar putih yang senantiasa mengikutinya. Di luar pintu rahasia, Jeremiah telah menanti dengan postur tegap seragam militernya, menunduk hormat saat sang permaisuri melewatinya. "Sudah selesai?" tanya Jeremiah singkat, tanpa perlu menyebutkan siapa yang berada di dalam sel. "Sampah telah disapu bersih, Kak," jawab Seraphina dingin, sudut matanya melirik sekilas ke arah sang kakak. "Kau tidak menyesal, Sera
閱讀更多