Aku menikmati setiap gerakan memotong gelombang air laut selama hampir satu jam lebih tanpa henti.Setelah merasa cukup puas dan tenagaku mulai terkuras, aku membawa papan selancar kembali ke tepi pantai untuk beristirahat. Pria pemilik papan selancar yang duduk di atas batu langsung menyambutku dengan raut wajah kagum."Wah, hebat banget sampeyan, Mas! Saya gak nyangka Mas-nya jago banget main selancar. Gerakannya lentur pas melibas ombak tadi," puji pria itu sembari mengambil kembali papannya.Aku terkekeh pelan sembari mengusap air laut di wajahku. "Ah, gak juga, Bli. Ini cuma iseng-iseng saja dulu pernah belajar waktu kerja di pelabuhan."Saat kami sedang asyik duduk mengobrol di atas pasir, langkah kaki dua orang pria tegap mendekati posisi kami. Aku menoleh, ternyata itu Pak Diki dan Pak Nana."Tuan Aris, Tuan Gunadi mencari Anda dari tadi. Anda disuruh segera kembali ke hotel sekarang," kata Pak Diki melaporkan dengan nada sopan.Aku mengangguk pelan. "Iya, Pak, bentar. Kalian
Last Updated : 2026-07-29 Read more