Satria yang sedang minum langsung tersedak. Dia terbatuk pelan sambil meletakkan gelasnya dengan panik. Tangan kirinya buru buru memegang lehernya, tapi dia sadar gerakannya itu justru makin membuat Vera curiga."Kenapa, Kak?" tanya Kiki pura pura polos. Kiki sengaja menopang dagu dengan kedua tangannya, bersiap menikmati pertunjukan gratis ini.Vera meletakkan sendoknya ke piring. Matanya sekarang menatap tajam langsung ke mata Satria. Aura bos galaknya seketika kembali keluar, menguasai seluruh ruang makan."Satria, singkirkan tangan kamu dari lehermu," perintah Vera dengan nada dingin yang tidak menerima bantahan."Eh... ini, Non. Gak ada apa apa kok. Cuma gatal aja, kayaknya digigit nyamuk semalam," jawab Satria tergagap. Wajahnya mulai memucat. Keringat dingin sebesar biji jagung kembali menetes di pelipisnya."Saya bilang singkirkan tangan kamu," ulang Vera, kali ini suaranya setingkat lebih keras dan tegas.Mendengar nada suara bos besarnya yang sudah mau meledak, Satria tidak
Leer más