"Muka lu udah hancur di aspal ini, Bas. Gak usah mikirin gengsi lagi," desis Satria tajam. "Lu pilih mana? Lu telepon mereka sekarang dan batalin semuanya, atau lu mau gue patahin kedua tangan dan kaki lu di sini, terus bukti foto dari gudang pelabuhan tadi gue kirim langsung ke kantor polisi dan wartawan? Pilih yang cepat, waktu gue gak banyak."Mendengar ancaman soal bukti dari gudang pelabuhan, sisa sisa keberanian Bastian benar benar musnah. Dia tahu kalau foto foto dokumen ilegal itu sampai ke tangan polisi, bukan cuma dia yang hancur, tapi seluruh bisnis gelap keluarganya bakal disita negara. Dia bisa membusuk di penjara seumur hidup.Dengan tangan gemetar hebat dan napas tersengal sengal, Bastian akhirnya meraih ponselnya. Dia membuka kunci layar dan mencari nomor kontak salah satu investor utama yang dia hasut tadi pagi."L-loudspeaker. Nyalain speakernya. Gue mau dengar," perintah Satria tegas.Bastian menekan tombol panggilan dan menyalakan mode pengeras suara. Nada sambung
Ler mais