Satria tertawa kecil. "Ya lihat nanti aja. Gampang nyari kosan mah. Jakarta luas."Mendengar jawaban Satria yang terlalu menyepelekan nasib, Dinda langsung mengambil keputusan cepat. Tangannya meraih lengan Satria dengan erat."Gak usah sok kuat nyari kosan siang siang panas begini," ucap Dinda tegas. Nada suaranya tidak menerima penolakan sama sekali. "Lu ikut gue sekarang. Malam ini lu tidur di kosan gue aja."Satria sampai tersedak ludahnya sendiri mendengar ajakan frontal itu. Dia menatap Dinda dengan dahi berkerut tajam."Buset, lu sehat, Din? Masa gue tidur di kosan cewek. Ntar digerebek warga gimana ceritanya. Lagian kamar lu kan sempit," tolak Satria panik."Bawel lu ah," potong Dinda cepat. "Ibu kos gue orangnya santai kok, yang penting pintu jangan dikunci rapat terus gak berisik. Lagian teman lu ini lagi nawarin bantuan, masa lu tolak mentah mentah. Anggap aja gue balas budi karena lu sering nolongin gue dulu. Ayo bawa tas lu sekarang."Dinda langsung berdiri dan menarik ra
続きを読む