"Itu namanya menyelamatkan keadaan, Ki," Satria membela diri dengan nada lelah. "Kalau aku jujur bilang tanganku dipegangin kakakmu semalaman, terus kamu masuk dan duduk di pangkuanku, bisa-bisa Laras langsung syok. Kamu mau lihat kakakmu sendiri pingsan kaget pagi-pagi?"Kiki memajukan bibir bawahnya, pura-pura berpikir. Telunjuknya mengetuk-ngetuk dagunya sendiri."Iya juga sih. Tapi tetap aja Kakak bohong," ucap Kiki santai.Tiba-tiba pandangan Kiki turun ke arah dada Satria yang ngintip dari balik kemeja yang kancingnya sudah terbuka. Senyum nakalnya kembali muncul."Terus, sekarang katanya Kakak mau mandi kan?" tanya Kiki, nada suaranya mendadak berubah jadi agak mendayu dan menggoda. Gadis itu melangkah satu kali lagi, memangkas jarak sampai mereka berdiri sangat dekat. "Kamar mandinya kan lumayan sempit tuh. Butuh ada yang bantuin gosok punggung gak?"Satria langsung memundurkan badannya selangkah. Wajahnya yang tadinya malas luar biasa sekarang berubah jadi waspada tingkat tin
続きを読む