"Ya sudah, kamu istirahat sana. Besok pagi kita siapkan pengamanan yang lebih ketat," ucap Vera sambil merapikan berkas-berkas di atas meja kacanya."Siap, Non. Saya permisi dulu, selamat malam," jawab Satria lega.Satria membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan ruang keluarga. Begitu punggungnya tidak lagi terlihat oleh bos besarnya, langkah kaki Satria langsung melambat. Dia berhenti tepat di persimpangan lorong. Kalau dia belok kiri, dia bisa langsung menuju paviliun belakang, mandi air hangat, lalu tidur nyenyak sampai pagi.Tapi kalau dia belok kanan dan menaiki anak tangga itu, dia akan masuk ke wilayah kekuasaan Kiki.Satria mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan. Kepalanya benar-benar pusing."Buset dah, nasib gue begini amat," gumam Satria pelan dalam hati. "Kalau gue nekat balik ke kamar sekarang, besok pagi si Kiki pasti beneran koar-koar soal rahasia itu ke Nona Vera dan Laras. Tamat sudah karir dan harga diri gue."Menyadari kalau dia sama sekali tidak punya
続きを読む