Pesanan mereka akhirnya datang juga. Pelayan rumah makan menyusun piring-piring anyaman bambu di atas meja kayu saung. Aroma harum dari nasi liwet yang masih mengepul, ayam bakar bumbu rujak yang kecokelatan meresap, tahu goreng, tempe goreng, hingga semangkuk penuh lalapan segar langsung menusuk hidung. Tidak ketinggalan, cobek batu berisi sambal terasi ulek dadakan yang masih berminyak ikut disajikan.Aroma makanan itu benar-benar mengundang selera, membuat perut Vera berbunyi lebih nyaring.Satria langsung menuangkan air dari kendi ke mangkuk cuci tangan. Setelah tangannya bersih, tanpa ragu sedikit pun dia langsung mengambil sepiring nasi hangat, menyobek sedikit daging ayam bakar, lalu mencocolnya ke sambal terasi. Dengan gerakan lincah dan terbiasa, Satria menyuap makanan itu ke dalam mulutnya."Hmm, mantap sekali, Non. Ayamnya empuk, sambalnya juga pas pedasnya," ucap Satria sambil mengunyah dengan ekspresi wajah yang sangat menikmati makanan tersebut.Vera memperhatikan Satria
Huling Na-update : 2026-06-26 Magbasa pa