“Sekarang katakan padaku siapa sebenarnya Elena.” Pistol Adriano tetap terangkat. Elias duduk di tanah, satu tangan menekan sisi tubuhnya. Darah merembes di sela jarinya. Tidak ada penjaga yang bergerak. Julian masih memeluk Elena dari samping. Jemari perempuan itu mencengkeram kain kemejanya. Elias menatap Adriano. Tidak menjawab. “Jawab.” Suara Adriano tidak keras. Itu membuat laras pistol di tangannya terasa lebih berat. Elias menarik napas. “Perempuan itu…” Ia berhenti. “Adalah anak yang kau temukan di tempat asalnya.” Adriano menyipitkan mata. “Tempat asalnya.” Elias diam. “Jawabanmu selalu berlandaskan perintah.” Adriano melangkah turun dari anak tangga. “Dua puluh delapan tahun lalu kau bilang sudah membereskan Alessandra.” Tatapan Elias turun. “Kau bilang mayat Silvia dibuang ke laut.” Satu langkah lagi. “Kau juga bilang anak itu sudah dibereskan.” Adriano mengangkat pistol sedikit. “Bagaimana?” Elias tidak menjawab. “Menembaknya?” Hanya suara angin
Read more