Mereka keluar dari koridor yang lebih sempit. Suara kembali utuh—lapisan percakapan yang saling bertumpuk, gelas yang bersentuhan ringan, nama-nama yang disebut tanpa tekanan. Ruang terasa lebih hidup, tapi tetap terkurasi; setiap sudut seperti sudah memilih apa yang boleh terlihat. Barisan artefak memanjang di depan mereka. Orang-orang berdiri dalam kelompok kecil. Jarak dijaga, tapi tidak kaku. Tatapan datang dan pergi dengan ritme yang lebih halus dari sebelumnya—mengenali tanpa perlu memastikan. Tangan Adriano masih di pinggang Elena. Tidak berubah. Ia berhenti di satu titik di tengah barisan. Seseorang sudah menoleh bahkan sebelum langkah itu benar-benar selesai. Seorang pria—usia matang, setelan gelap tanpa usaha berlebihan. Senyumnya sudah ada saat ia mendekat. “Signor Moretti.” Adriano menoleh. Singkat. Jabat tangan terjadi, bersih. Percakapan masuk tanpa pembuka panjang. Tentang pengiriman. Tentang jalur. Tentang sesuatu yang tidak disebutkan sepenuhnya tapi dipaha
Read more