Pintu tertutup lebih rapat dari yang lain. Kliknya pendek, tidak memantul. Suara luar berhenti di ambang. Cahaya masuk dari sela blind, garis tipis jatuh ke meja tanpa bergerak. Ruangnya tidak luas, tapi padat. Segala sesuatu sudah berada di titiknya. Meja di tengah, permukaannya bersih. Artefak itu sudah ada di sana. Julian berhenti sebelum meja. Tidak mendekat. Sudut berdirinya bergeser sedikit, membuat cahaya jatuh berbeda. Ukiran itu tidak utuh. Garisnya dalam—lebih dalam dari fragmen di bawah. Pada satu lengkung, ada retakan halus mengikuti alur pahat lama. Tidak putus, hanya menyempit, lalu hilang di bawah lapisan yang lebih baru. Tatapannya berhenti di sana, lalu bergeser. Satu garis sejajar. Yang lain tidak. Ia membiarkannya. Tangannya di saku berhenti sebentar, lalu kembali diam. Adriano belum melihat artefak. Tatapannya pada Julian—bukan pada apa yang dilihat, tapi pada berapa lama ia berhenti. Pada bagian yang dipilih. Pada ritme yang berubah
Read more