Juned mengernyitkan dahi, menatap lekat-lekat wajah Fitri yang berada di atas dadanya. "Lho, kenapa harus di dalam? Nanti kalau sampai jadi gimana?" tanya Juned langsung.Padahal, di dalam benaknya, Juned tahu persis hal itu tidak akan pernah terjadi. Vonis dokter yang menyatakan dirinya tidak subur sudah menjadi rahasia yang ia simpan rapat-rapat sendiri.Fitri tampak sedikit salah tingkah, ia mengalihkan pandangannya sesaat sebelum kembali menatap Juned. "Y-ya... gak apa-apa, aku kan emang pengennya kamu keluarin di dalam, Jun," ucap Fitri dengan nada yang dipaksakan terdengar manja.Melihat gelagat Fitri yang seakan menyembunyikan sesuatu, rasa curiga mulai menyergap pikiran Juned. Ia mencengkeram lembut kedua pundak wanita itu, menuntut kejujuran. "Kenapa kamu kepengen banget di dalam, Fit? Kalau kamu sampai hamil, itu kan malah bisa bikin malu kamu dan keluargamu," selidik Juned dengan nada suara baritonnya yang menuntut."Yaa... justru itu, Jun," sahut Fitri, napasnya berembus b
آخر تحديث : 2026-06-30 اقرأ المزيد