Juned duduk santai di kursi teras depan, menikmati kepulan asap dari rokok di sela jarinya sembari sesekali menyesap kopi hitam hangat yang baru saja disajikan. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki mendekat, dan Sinta keluar menghampirinya lalu bersandar di tiang teras dekat posisi duduk Juned. "Ned, nanti habis makan siang kita langsung balik ke kota gak apa-apa, kan?" tanya Sinta, menatap Juned untuk memastikan kondisi pria itu. Juned mengembuskan asap rokoknya ke udara, lalu mendongak menatap Sinta dengan senyuman santai. "Gak apa-apa, Sin, aku mah bebas-bebas aja kok, ngikut kamu," ucap Juned. Sinta melipat kedua tangan di dada, matanya sedikit menyipit penuh perhatian. "Kamu beneran gak capek, kan? Semalam kan baru sampai jam dua malam," tanya Sinta lagi, memastikan. Juned terkekeh pelan, lalu mengetukkan abu rokoknya ke asbak. "Enggak kok, santai aja. Lagian kalau nanti di jalan aku capek, kan bisa gantian nyetirnya sama kamu, hehe," ucap Juned berguyon. Sinta iku
Last Updated : 2026-07-05 Read more