“Ta-tapi ini urusanku, Martin.” Serena segera menarik kerah leher kemeja Martin, kemudian masuk ke dalam tangga darurat. Meski Martin memiliki tenaga yang jauh lebih kuat dibanding Serena, tetapi pergerakan Serena yang cepat itu seakan melumpuhkan perlawanan Martin. Martin pasrah dan tidak sempat mencerna apa yang terjadi, kemudian sudah sampai di sebuah tangga darurat yang sepi. “Jangan sampai mereka melihat kita,” ucap Serena bersandar di dinding, ia memejamkan mata sebentar. Untungnya ia bergerak dengan cepat bersembunyi bersama Martin sebelum kliennya itu melihatnya. “Aku tidak ingin melibatkanmu, Martin. Sekarang kau pergi dulu, nanti aku akan menyusul setelah memastikan itu klienku,” ucap Serena yang memang mengusir Martin. “Tidak bisa.” Martin mengedikkan bahu. “Karena kau terlalu ceroboh, mana bisa aku meninggalkanmu sendirian disituasi segenting ini?” “Tapi aku tidak ingin membuatmu dalam bahaya, maksudku aku belum terlalu mengenal bagaimana klienku itu. jika kau iku
続きを読む