“Ada urusannya denganmu?” tanya Martin santai, kemudian meminum cairan terakhir di gelas kecilnya. Dan hanya meninggalkan satu buah es batu yang menghiasi gelas bening itu. Kemudian meletakkan gelas itu di meja samping. Perhatian Gilang tertuju pada dua perempuan yang berada di bawah. “Mereka cantik, Bela dan Serena.” Lirihnya, kemudian sudut bibirnya tertarik ke atas. Martin melirik ke bawah, di tempat Serena masih duduk dan tertawa. Ia tidak membalas ucapan Gilang karena ingin menunggu ucapan selanjutnya pria itu. “Pantas saja,” ucap Gilang sembari mengeluarkan sebatang rokok dari dalam sakunya. “Selain cantik, Serena juga pintar. Persis seperti keinginan kebanyakan pria.” Martin berdecih sebentar, lalu bersandar pada pembatas dengan santai. “Katakan apa yang ingin kau katakan.” Nadanya santai namun terdengar seperti sebuah perintah. Salah satu alis gilang terangkat, sedikit terkejut namun masih tenang. Pria itu meneruskan kegiatannya yaitu memantik rokok. Setelah itu bergerak
Read more