Pagi ini Sekar sudah bersiap berangkat kerja. Gara, anak itu masih tidur terlelap di balik selimut hangatnya. Semalam Gara rewel, membuat Sekar harus begadang."Bu, saya titip Gara ya. Subuh tadi dia baru benar-benar tidur.""Iya, Mbak. Tumben Gara rewel.""Mungkin badannya enggak enak, kemarin mainan lama banget sama papanya.""Gara mirip banget sama papanya, kalau kulitnya baru mirip Mbak Luna."Sekar tersenyum menanggapi obrolan singkat dengan Bu Sarah.Sepanjang perjalanan ke kantor, Sekar merasa aneh—seolah ada sepasang mata yang selalu mengikuti."Apa itu suruhan Om Caleb?" Sekar menarik napas, mengembuskan.Kenangan pahit delapan tahun lalu berputar lagi di kepalanya. Sekar memainkan kuku, dadanya sesak. Ada kebimbangan dalam dirinya. Andai dia tidak menjaga Gara, akankah semua ini tidak akan terjadi? Kalau saja dulu dia mengikuti saran tantenya, mungkinkah semua akan baik-baik saja?Rasa ketakutan mulai menghantuinya lagi. Takut kehilangan orang yang disayang untuk kesekian ka
最終更新日 : 2026-03-15 続きを読む