Pagi ini Sekar memulai aktivitas seperti biasanya. Gara duduk asyik memainkan mainan barunya."Sayang, Mama kerja dulu, ya."Sekar mengecup kening anak itu."Bu, titip Gara, ya."Kakinya melangkah meninggalkan kosan.Tas hitam itu mendarat di atas meja.Sekar duduk, membuka laptopnya."Sekar."Panggilan itu membuyarkan konsentrasinya. Ia menoleh. Laras sudah berdiri di dekatnya."Nanti jam makan siang kita ngobrol, ya."Sekar mengangguk. Tak ada jawaban lain.Di sebuah kafe dekat kantor, jam makan siang menjadi jeda bagi para pekerja untuk merilekskan pikiran.Sekar duduk bersisian dengan Laras, matanya fokus menatap jalanan yang dipenuhi lalu lalang kendaraan."Sekar," panggil Laras pelan."Aku bertemu Arga, kemarin."Diam. Tak ada respons."Dia menyesal memutuskan hubungan denganmu. Sudah beberapa kali dia memantaumu dari kejauhan."Sekar menoleh, sorot matanya tak percaya."Tidak bermaksud ikut campur, tapi... dia masih sangat menyayangimu.""Kita sudah selesai," akhirnya Sekar ber
Read more