Beberapa hari kemudian. Di kediaman Alice di Valdenberg, pagi ini kedatangan Alastair bersama seorang pria berpakaian rapi, meskipun rambutnya sudah putih, dan memakai kacamata, tapi pria itu masih tegas. Beliau adalah Tuan Ragnar—seorang Advokat hukum yang akan membantu Alice. Pria itu terlihat mencatat semua hal yang Alice ungkapkan dengan jujur, semua bukti yang Alice kumpulkan selama ia berada di kediaman Duke, turut ia tunjukkan. "Sekali lagi saya bertanya pada Anda, Yang Mulia Nyonya Duchess ... apakah Anda sudah yakin, untuk mengambil jalan ini?" tanya Tuan Ragnar menatap Alice. Dengan yakin Alice menganggukkan kepalanya. "Saya sudah sangat yakin, Tuan Ragnar." Pria itu mengangguk. "Dokumen ini akan saya urus secepatnya, dan akan saya sampaikan pada Kanselir Agung, untuk diberikan pada Raja Ronan," ujarnya. Alice menganggukkan kepalanya. "Iya, Tuan." "Apakah prosesnya bisa memakan waktu berbulan-bulan, Tuan?" tanya Alastair pada Tuan Ragnar yang duduk di sa
Read more