“Nona sedang apa?” Anna mengintip dari celah pintu ruangan, dari situ ia melihat Luna sibuk berlari di atas treadmill. Luna mematikan mesin olahraga itu, kemudian turun. Ia meminta Anna masuk. “Aku sedang olahraga, berat badanku terus naik akhir-akhir ini. Jadi aku berencana diet.” Anna bertepuk tangan seraya memuji tulus, “Hebat sekali. Saya yakin anda pasti berhasil diet!” “Terima kasih semangatnya,” ucap Luna tersenyum santai. “Kamu kemari karena khawatir aku tidak ada di mana-mana, ya?” “Iya, saya cemas tahu!” Anna berkacak pinggang, wajah bulat kecilnya mengerut lucu. “Lain kali beri tahu saya dulu kalau nona mau olahraga pagi buta, oke?” “Oke, oke, maafkan aku.” Enam hari pasca kejadian pengusiran Bela, kehidupan damai Luna telah dimulai. Tidak ada lagi makanan basi apa lagi makanan sisa yang diberikan padanya. Para maid dan koki berusaha memberikan yang terbaik untuk menyenangkan suasana hati Luna. Mereka semua belajar dari kejadian Bela bahwa Luna yang sekar
Read more