Luca menggoyangkan gelas kosong ditangan lebarnya yang indah. Ekspresi nakalnya persis seekor kucing nakal pembuat onar. Dia tahu dia disayangi, karena itu sikapnya tak terkendali.“Apa salahmu?” Luca menatap Eva dengan bibir menyeringai tipis. “Aku juga tidak tahu apa salahmu. Aku hanya merasa wajahmu sangat menyebalkan.”Kekehan menakutkan Luca terdengar menjengkelkan terutama bagi Liena dan Eva. Luca melirik malas ke belakang, sorot matanya meremehkan saat memandangi kondisi berantakan Luna. “Ck, dasar bodoh,” hujatnya menggerutu. “Tuan muda, anda harus memberi saya penjelasan!” Liena kehilangan rasa sabar dan lepas kendali. Gaun atasnya basah kuyup ternoda wine. “Aku bagian dari Kowel, tuan muda meremehkan statusku?”“Bagian dari Kowel?” Luca menahan gelak tawa semaksimal mungkin. “Kamu delusi, Liena. Siapa yang tidak tahu kalau kamu itu anak haram Kowel? Jika bukan karena kamu berhasil menjadi teman Kak Marios, akankah keluarga Kowel mempertahankanmu?”Sekelompok wanita menaha
Read more