"Rivano mengancamku, katanya kalau aku nggak mau menemani Tavian, dia akan mengambil ginjal dan korneamu."Alfan sejak awal sudah menduga Rhea bersedia menemani Tavian demi dirinya. Hatinya terasa hangat. Tak peduli ada orang lewat di sekitarnya, dia memeluk wanita itu dengan lembut."Jangan takut, Kak. Ada aku di sini. Seperti biasa, aku akan melindungimu. Nggak ada yang bisa menyakitimu."Rhea menyandarkan kepala dengan manis di pelukan Alfan. Beberapa detik kemudian, dia menghela napas ringan, lalu menunjuk ke sebuah hotel di depan dan berkata, "Di depan ada hotel, kita buka kamar saja.""Buka kamar? Kamu mau lagi?" Alfan meremas lembut pinggang ramping wanita itu."Ya, aku mau lagi, ayo." Tanpa rasa malu, Rhea menggenggam tangan Alfan, berjalan menuju hotel di depan dengan tenang dan percaya diri.Begitu sampai di kamar, Rhea langsung memeluk Alfan. Alfan menunduk dan menciumnya. Mereka berdua berciuman beberapa detik, sampai akhirnya Rhea berkata dengan lembut, "Aku mandi dulu, ka
อ่านเพิ่มเติม