"Saudaraku, maafkan aku. Ini salahku. Kali ini kakak iparmu sudah menurut, sangat patuh. Oh ya, aku lupa kasih tahu, hari ini dia juga pakai gaun yang sangat cantik dan seksi."Tavian menepuk bahu Rivano dengan puas. "Pergilah, aku tunggu di kamar."Rivano segera turun dengan gembira, lalu membawa Rhea menuju aula di lantai paling atas.Di dalam lift, Rivano berbisik kepada Rhea, "Istriku, semangat. Kamu adalah pahlawan Keluarga Muchtar. Kalau malam ini berhasil, mulai sekarang aku akan memujamu seperti memuja dewa."Rhea tetap tanpa ekspresi, seolah-olah tidak mendengar apa pun.Keluar dari lift, keduanya sampai di depan kamar 1688. Setelah mengetuk pintu, pintu pun terbuka.Di tengah ruangan ada sebuah meja bundar besar dan di sekelilingnya duduk dua orang. Di kursi utama duduk Tavian. Bajingan itu mengenakan kacamata berbingkai emas, bertubuh tinggi, dan berpakaian rapi.Di kursi sebelahnya duduk presdir Grup Nabatu, Meitha. Tahun ini Meitha baru berusia 25 tahun. Kecantikannya mena
อ่านเพิ่มเติม