"Aku sudah bilang sama kalian, pacarku itu sangat hebat, tapi kalian nggak percaya. Sekarang percaya, 'kan?""Percaya, kami percaya. Ke depannya kami nggak berani lagi.""Pergi! Pergi sejauh mungkin, aku nggak mau lihat kalian," kata Dessy dengan nada dingin.Barulah Gavin menoleh, menatap Alfan dengan tatapan takut dan bertanya, "Kak, kami boleh pergi sekarang?""Pergi sejauh mungkin.""Ya, ya, kami pergi sekarang."Empat orang itu bangkit dari lantai, saling menopang, lalu pergi dengan tertatih-tatih.Alfan segera duduk, tersenyum sambil bertanya kepada Dessy, "Kamu nggak ketakutan, 'kan? Tadi di dalam mereka nggak ganggu kamu, 'kan?"Meskipun di dalam hati Dessy dipenuhi kekecewaan, dia tetap bersandar manja ke arah Alfan dan berkata, "Kak Alfan hebat sekali. Selama ada kamu, aku nggak takut apa-apa.""Eh, wajahmu kenapa? Dahimu terluka?" Saat itu Dessy buru-buru mendekat, melihat dahinya dari jarak dekat. Dia juga mengulurkan jari dan menyentuh dahi Alfan dengan lembut."Ah, berdar
続きを読む