Kemudian, Alfan baru berjalan ke depan Effendi dan berkata, "Guru, kamu juga datang ke acara seperti ini?"Effendi tersenyum sambil menggeleng, "Aku nggak tertarik ke tempat seperti ini. Aku cuma ajak Youra dan adikmu jalan-jalan, kebetulan saja melihat kamu diganggu orang. Kamu ini laki-laki, bisa nggak lebih berani sedikit?"Alfan tertawa pelan, "Guru, kamu yang ajarkan aku, 'kan? Cuma bertarung dengan orang yang sepadan. Aku malas meladeni sampah seperti mereka."Effendi mengangguk."Sepertinya benar juga. Gadis ini siapa?"Alfan melirik Meitha, pipinya sedikit memerah, lalu berkata, "Dia temanku, presdir sekaligus dirut Grup Nabatu.""Oh begitu." Effendi mengangguk, "Aku percaya selera muridku. Hanya saja ...." Dia tanpa sadar melirik Dahlia yang berdiri di samping.Alfan langsung mengerti, buru-buru menjelaskan, "Guru, kamu salah paham. Aku dan Bu Meitha hanya teman biasa."Youra tersenyum menggoda, lalu menarik Alfan ke samping. Dia merendahkan suara dan berbisik di telinganya, "
Read more