Melihat Salem begitu berwibawa, para dokter, perawat, dan staf lainnya tak bisa menahan rasa kagum.Dengan dikelilingi banyak orang, Salem berjalan menuju ruang rawat.Ezaz segera berdiri, menangkupkan kedua tangan dengan hormat sambil berkata dengan sungguh-sungguh, "Dokter Salem, kondisiku kurang memungkinkan, jadi nggak turun menjemputmu. Mohon jangan tersinggung. Tolong segera periksa cucuku."Nada bicara Ezaz tulus, sikapnya lembut. Meskipun berada di posisi tinggi, dia tetap sangat menghormati Salem.Namun, yang membuatnya terkejut adalah Salem bahkan tidak meliriknya. Dengan tubuh sedikit gemetar, Salem langsung berjalan menuju Alfan yang berdiri di sudut. Dia sama sekali tidak menyangka akan bertemu Alfan di sini.Sejak perpisahan terakhir di ibu kota, dia selalu ingin bertemu kembali dengan dokter muda itu, tetapi tak pernah mendapat kabar. Tak disangka, hari ini dia benar-benar bertemu dengan Alfan.Dia langsung mengabaikan Ezaz, menyelinap masuk, lalu meraih tangan Alfan den
อ่านเพิ่มเติม