Sufyan sudah lama mengenal Rivano, tentu saja tahu sifatnya. Sambil menutupi pipinya, dia berkata pelan, "Kak, aku tahu reputasi Keluarga Muchtar sangat penting, tapi kita harus menghormati fakta.""Aku pernah melihat bocah itu. Cara dia memandang Kakak Ipar sungguh menjijikkan. Sepertinya Kakak Ipar juga tertarik padanya."Rivano berpikir sejenak, lalu bertanya, "Menurutmu kita harus gimana?""Sederhana saja, aku cari beberapa orang untuk beresin bocah itu .... Empat miliar pasti sudah cukup." Sufyan menyimpan dendam pada Alfan, jadi ingin membunuhnya sekarang juga."Nggak bisa, belakangan Grup Muchtar lagi banyak masalah. Bagaimanapun, jangan sampai terjadi hal buruk. Kalau sampai ada korban jiwa, gimana nasib Grup Muchtar?"Memang, belakangan Grup Muchtar sedang menghadapi masa sulit. Pertama, ketahuan menunggak pajak. Kedua, menyinggung bos distributor terbesar.Kalau Grup Muchtar tenang-tenang saja, Rivano juga tidak akan menyuruh istrinya menemani klien.Sufyan memutar bola mata
Magbasa pa