Darian sama sekali tidak menyangka, Alfan tiba-tiba muncul dari samping dan berjalan ke arahnya dengan santai. Tadi, dia jelas-jelas melihat Alfan masuk ke vila Rhea."Kamu ... bukannya tadi masuk?""Benar, tadi aku memang masuk. Bu Rhea bilang dia bosan dan kesepian, jadi menyuruhku menemaninya ngobrol sebentar. Nah, Bu Rhea ingin makan buah, jadi aku keluar beli sedikit. Kamu juga datang jenguk Bu Rhea, 'kan? Ayo, kita masuk bersama!"Alfan menjinjing beberapa apel di tangannya, memiringkan kepala, tersenyum sambil memandang Darian."Aku ... aku nggak masuk. Aku masih ada urusan. Aku pulang dulu." Darian mengusap darah di kepalanya, membuka pintu mobil dengan panik."Pak Darian, kamu ini habis berkelahi atau kecelakaan mobil? Darahmu banyak sekali. Perlu aku panggil anakmu untuk jemput? Oh, maaf, aku lupa, anakmu juga terluka."Melihat Alfan menyindirnya, Darian hampir menggertakkan giginya sampai hancur. Dia tidak berkata apa-apa lagi dan cepat-cepat masuk ke mobil.Alfan tersenyum
Magbasa pa