"Itu sih gampang, aku bisa menjelaskannya. Tapi masalahnya, ayahmu bakal percaya nggak?"Alfan juga merasa masalah ini cukup rumit. Kalau tahu bakal begini, tadi dia tidak akan naik ke lantai dua.Saat itu, suara langkah kaki kembali terdengar dari arah tangga. Lalu, terdengar suara ketukan pintu. Seorang pelayan wanita berkata dari luar, "Nona, Dokter Alfan, Tuan minta kalian turun."Alfan hanya bisa tersenyum getir, lalu buru-buru mengambil kausnya dari sofa dan memakainya. Ellie juga mengenakan jaket luar, lalu mereka berdua turun ke bawah.Ezaz memiringkan kepala sambil memperhatikan mereka. Dalam hati dia berpikir, 'Selain miskin, pemuda ini sebenarnya hampir nggak ada kekurangan. Wajahnya tampan, tubuhnya tinggi, kemampuannya luar biasa, dan kemampuan medisnya juga hebat. Cukup pantas untuk putriku.'Begitu mereka turun, Ezaz menunjuk kursi panjang di depan dan memberi isyarat agar mereka duduk.Alfan dan Ellie langsung duduk dengan rapi.Barulah Ezaz berkata kepada pelayan wanit
Read More