Kata-katanya memang sopan, tetapi maksud penolakannya sangat jelas. Itu sudah merupakan upaya Guntur untuk menahan diri. Kalau bukan demi menghormati Vellin, dia sudah lama mengusir Elang."Hmph, bocah, Bu Sabrina itu bukan orang sembarang. Kamu pikir bisa kamu memeriksanya sesuka hati?" Pria botak itu mencibir.Elang mengangkat bahu. "Kalau Pak Guntur nggak percaya, ya sudah. Kak Vellin, ayo kita pergi."Sebagai murid Kaisar Obat, dia tak mungkin menjilat demi mengobati orang.Wajah Vellin tampak masam. Dia membawa Elang dengan niat baik, tetapi bukan hanya tak dihargai, malah terus dicurigai. Namun, dia benar-benar tidak ingin melihat sahabatnya mati muda."Sabrina, Elang benar-benar hebat dalam ilmu medis. Gimana kalau kamu biarkan dia periksa?"Sabrina mengangguk dan berkata kepada Guntur, "Guntur, Vellin juga berniat baik. Biarkan adik ini memeriksaku."George juga berkata, "Pak Guntur, biarkan saja dia mencoba. Aku juga ingin melihat sehebat apa pengobatan tradisional itu."Melih
Baca selengkapnya