Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan

Legenda Kebangkitan Elang yang Dibebaskan

Oleh:  Haryanto WijayaBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
Belum ada penilaian
50Bab
1Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Elang menggantikan kakaknya menanggung kejahatan dan masuk penjara. Secara kebetulan, dia bertemu dengan Kaisar Obat dan diterima sebagai muridnya. Dia mempelajari ilmu medis yang menentang takdir. Tiga tahun kemudian, dia kembali sebagai seorang pemenang. Menghadapi keluarga yang tak tahu malu, Elang langsung memutuskan hubungan. Kepada istrinya yang telah memberinya kasih sayang dan perhatian, Elang berjuang mati-matian untuk melindunginya. Saksikan bagaimana Elang menerobos kerasnya dunia fana dan membuka jalan menuju puncak kejayaan!

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Guru, muridmu akan pergi. Jaga diri baik-baik."

Di Provinsi Narniga, Lapas Karang, Elang Aksara memberi hormat dengan sungguh-sungguh kepada seorang lelaki tua yang penampilannya tampak berantakan. Matanya dipenuhi rasa enggan berpisah.

Lelaki tua itu mengangguk pelan dan berpesan, "Jangan lupa pesan Guru padamu. Setelah keluar, secepatnya bereskan energi naga murka di dalam tubuhmu. Kalau sampai energi naga murka menggerogoti pembuluh jantungmu, malapetaka besar pasti akan datang."

Elang mengangguk dengan sungguh-sungguh. "Aku mengerti."

Tiga tahun lalu, dia menggantikan kakak sulungnya masuk penjara. Saat itu, usianya baru 15 tahun, jadi sering dirundung orang.

Untungnya, lelaki tua itu turun tangan, menerimanya sebagai murid, dan mengajarkannya berbagai kemampuan.

Lelaki tua itu memberitahunya bahwa dia memiliki keturunan naga sejati. Namun entah mengapa, tulang naga sejati dalam tubuhnya telah dicabut.

Karena itu, muncul energi naga murka. Energi naga murka terus menggerogoti tubuhnya. Jika tidak ada keajaiban, dia tak akan hidup melewati usia 18 tahun.

Untungnya, lelaki tua itu mengajarinya ilmu bela diri untuk memperbaiki energi dan darah serta kondisi fisiknya sehingga dia dapat menekan energi naga murka untuk sementara.

Namun, itu hanya solusi sementara. Untuk benar-benar menyelesaikan energi naga murka, ada dua cara.

Pertama, mencari wanita dengan fisik khusus. Naga pada dasarnya penuh nafsu dan energi naga murka juga termasuk jenis naga. Dengan berkultivasi ganda bersama wanita yang memiliki fisik khusus, dia bisa menggunakan energi dingin murni mereka untuk menyeimbangkan energi naga murka. Di antaranya, Fisik Foniks dan Fisik Naga adalah yang terbaik.

Kedua, menemukan kembali tulang naga sejati yang hilang. Energi naga murka muncul karena tulang naga sejati dicabut. Selama tulang itu ditemukan kembali, secara alami energi itu akan lenyap.

Lelaki tua itu melambaikan tangan. "Ya sudah, pergilah. Ingat, jangan mencoreng namaku."

Elang berlutut dan bersujud tiga kali kepada lelaki tua itu, lalu bangkit dan meninggalkan penjara.

Begitu dia pergi, seluruh Lapas Karang langsung bergemuruh.

"Hahaha, Raja Tiran Elang akhirnya pergi!"

"Bagus sekali, hari ini hari baik. Kita harus minum sepuasnya!"

....

Keluarga Aksara adalah salah satu dari empat keluarga bangsawan besar di Kota Kamujra. Saat ini, di vila Keluarga Aksara, Rio dan istrinya tampak muram.

"Apa yang harus kita lakukan? Tinggal tiga hari lagi. Kalau kita masih belum menemukan solusi, jabatanku sebagai kepala keluarga akan berakhir." Rio mengerutkan kening.

Talitha berkata dengan geram, "Orang tua itu jelas sengaja."

Rio menghela napas. "Aku juga tahu itu. Ayah secara nggak langsung memaksaku menyerahkan posisi kepala keluarga."

Talitha mulai panik. "Terus gimana dong?"

Rio menggertakkan gigi. "Kalau memang nggak ada jalan lain, kita hanya bisa mengorbankan Satya."

Ekspresi Talitha berubah. "Apa Satya akan setuju? Nona Keluarga Pradana itu 'kan masih koma. Kudengar wajahnya juga rusak."

Putri sulung Keluarga Pradana mengalami kecelakaan mobil lebih dari setahun lalu dan menjadi koma.

Setelah mencari pengobatan ke berbagai tempat tanpa hasil, baru-baru ini mereka bersiap mencari menantu laki-laki untuk masuk ke keluarga demi mengusir kesialan.

Demi kekayaan dan kemuliaan, Keluarga Aksara pun menawarkan diri. Tuan Tua Keluarga Aksara segera mengadakan rapat keluarga. Setelah diskusi tanpa hasil, tekanan pun diberikan kepada Rio sebagai kepala keluarga.

Saat keduanya sedang kebingungan, kepala pelayan Keluarga Aksara masuk. "Tuan Rio, Tuan Elang sudah kembali."

Talitha mengernyit. "Tuan Elang yang mana?"

Rio juga mengerutkan kening, tetapi segera teringat sesuatu.

Kepala pelayan menjelaskan, "Yang dipenjara tiga tahun lalu itu."

Keduanya tampak tersadar dan akhirnya ingat siapa Elang. Sudah lebih dari tiga tahun tidak muncul, mereka hampir lupa mereka masih punya putra seperti itu.

Mata keduanya langsung berbinar. Talitha tersenyum. "Rio, kita bisa suruh Elang masuk ke Keluarga Pradana sebagai menantu."

Rio mengangguk setuju. "Bagus sekali. Mantan narapidana dipasangkan dengan pasien koma, benar-benar pasangan yang serasi."

Talitha kembali ragu. "Elang itu anak haram, juga pernah dipenjara. Apa pihak Keluarga Pradana akan setuju?"

Rio berpikir sejenak. "Aku akan telepon buat tanya."

Dia segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi Keluarga Pradana.

Setelah menutup telepon, Talitha langsung bertanya, "Gimana?"

Rio berkata, "Pihak Keluarga Pradana bilang akan mempertimbangkannya."

Saat ini, kepala pelayan membawa Elang masuk. Melihat pakaian dan celananya yang sudah pudar warnanya karena terlalu sering dicuci, kilatan jijik terlintas di mata mereka. Namun, teringat urusan menjadi menantu Keluarga Pradana, mereka terpaksa memaksakan senyuman.

Rio melangkah cepat dan menyambutnya, menggenggam tangan Elang dengan hangat. "Elang, tiga tahun ini kamu pasti menderita sekali."

Talitha juga berkata, "Elang, tunggu ya, Ibu akan masakkan sesuatu untukmu."

Dia bangkit dan pergi ke dapur.

Rio lalu menarik Elang dan mulai menanyakan kabarnya dengan penuh perhatian. Dia menanyakan bagaimana kehidupan di penjara selama tiga tahun, juga menjelaskan bahwa selama tiga tahun ini urusan perusahaan sangat sibuk sehingga tak sempat menjenguknya.

Elang tidak berkata apa-apa, hanya mendengarkan dengan tenang. Namun, di dalam hati dia mencibir dingin.

Kini, dia bukan lagi dirinya yang tiga tahun lalu. Walaupun Rio berbicara semanis apa pun, dia tidak akan percaya sepatah kata pun.

Dulu di rumah, Elang hampir tidak memiliki status apa pun. Dia sering dipukuli dan dimarahi. Tiga tahun lalu, Rio bahkan menyuruhnya menggantikan kakak pertamanya, Arif, menanggung dosa. Katanya dia masih di bawah umur, jadi hukumannya akan lebih ringan.

Dia juga berjanji, setelah keluar dari penjara, akan menjaminnya hidup dalam kemuliaan dan kekayaan.

Namun, bagaimana kenyataannya? Sejak masuk penjara, tak satu pun anggota Keluarga Aksara datang menjenguknya.

Saat itu Elang masih muda, tak mampu melawan Keluarga Aksara, hanya bisa menyetujuinya.

Sebenarnya setelah keluar penjara, dia tidak berniat kembali ke Keluarga Aksara. Namun, dari gurunya, dia mengetahui bahwa dirinya memiliki keturunan naga sejati.

Rio, dan juga ibunya yang telah meninggal, hanyalah orang biasa, tak mungkin mewariskan keturunan naga sejati. Hanya ada satu kemungkinan, mereka bukan orang tua kandungnya, atau salah satu dari mereka bukan. Jadi, dia kembali untuk mencari tahu asal-usulnya.

Elang tidak mengerti mengapa Rio begitu antusias, tetapi jika ada kejanggalan, pasti ada maksud tersembunyi. Dia ingin melihat, apa lagi yang akan dilakukan mereka kali ini.

Lebih dari satu jam kemudian, melihat Rio masih berbicara tanpa henti, Elang akhirnya tak tahan dan berkata dengan dingin, "Hentikan sandiwara ini. Katakan saja, sebenarnya ada urusan apa?"

Rio tertegun, lalu tersenyum. "Elang, kenapa bicara begitu? Apa Ayah nggak boleh sekadar peduli padamu?"

Elang tidak menjawab, hanya menatap Rio dalam diam.

Rio agak canggung. Tepat saat itu, ponselnya berdering. Dia mengangkatnya dan menjawab, lalu wajahnya berseri-seri.

Setelah beberapa kalimat, dia menutup telepon dan menatap Elang dengan senyuman penuh kasih seorang ayah.

"Elang, begini. Untuk menebus pengorbananmu selama tiga tahun ini, Ayah sudah mengatur sebuah pernikahan untukmu."

Hati Elang tergerak. Dia tahu inti persoalan akhirnya datang.

"Pihak wanita adalah putri sulung Keluarga Pradana. Kalau kamu menikahinya, seumur hidup kamu nggak perlu khawatir soal uang."

Elang mencibir dalam hati. Walaupun sudah menduga, dia tetap saja tidak menyangka pihak lain begitu tak tahu malu.

Soal putri sulung Keluarga Pradana itu, dia pernah mendengar dari seorang teman di penjara. Dulu gadis itu adalah mutiara Keluarga Pradana, tetapi tertimpa musibah dan menjadi koma.

Baru saja keluar penjara, dia langsung disuruh menikahi seorang pasien koma. Benar-benar ayah yang baik.

Rio terus berbicara panjang lebar, "Elang, Keluarga Pradana adalah keluarga terpandang di Kota Kamujra. Mereka bahkan lebih hebat dari Keluarga Aksara. Jangan sampai kamu melewatkan kesempatan ini."

Elang menatap dengan tatapan penuh sindiran. "Kalau sehebat itu, kenapa nggak suruh kakak-kakakku saja?"
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
50 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status