"Cherlisa, sakit sekali ya? Aku akan balas dendam untukmu sekarang."Di samping, wanita genit itu ketakutan hingga tubuhnya lemas dan jatuh ke lantai.Elang menoleh. Wanita itu langsung memohon tanpa henti, "Kak, aku salah, aku salah, tolong lepaskan aku.""Tampar dirimu sendiri sampai aku puas," kata Elang dengan suara dingin, tanpa sedikit pun rasa iba di matanya.Wanita itu tidak berani ragu. Dia segera menampar dirinya sendiri berkali-kali, pipinya yang putih mulus pun menjadi merah dan bengkak dalam waktu singkat.Di sisi lain, preman berambut merah turun ke lantai satu dan menemukan Baldo."Kak Baldo, gawat, gawat ...."Baldo yang sedang bersenang-senang dengan anak buahnya langsung kesal saat mendengarnya."Pergi. Jangan ganggu aku."Preman berambut merah gemetar ketakutan, tetapi tidak berani pergi. Dia mengumpulkan keberanian dan berkata, "Kak Baldo, ada orang membuat keributan di lantai atas. Dia bukan hanya melukai orang, bahkan memotong satu tangan Kak Ikhsan."Mata Baldo l
Read more